Showing posts with label forex news. Show all posts
Showing posts with label forex news. Show all posts
Uang Rupiah Awal Pekan Naik ke Puncak Tertinggi 1 Bulan

Uang Rupiah Awal Pekan Naik ke Puncak Tertinggi 1 Bulan

Mengakhiri perdagangan  pasar valas awal  pekan (20/6), kurs rupiah yang dibuka lebih tinggi  dari perdagangan sebelumnya semakin menunjukkan kekuatan mengalahkan dollar. Rupiah berhasil mencapai puncak kekuatan tertinggi dalam 1 bulan perdagangan lebih. Sepanjang hari pergerakan dollar masih menunjukkan pergerakan yang lemah secara fundamental dan juga teknikal.
Pekan depan uang rupiah naik

Kuatnya rupiah sepanjang hari  perdagangan akhir pekan tidak membuat investor asing semangat setor  modalnya, sebaliknya justru menyedot bursa saham hingga terbentuk net sell sebesar Rp268 miliar lebih. IHSG yang bergerak mixed berhasil juga ditutup positif, IHSG bertahan di zona hijau dengan penguatan   o,6%.
Pergerakan kurs rupiah  di pasar spot  sore  ini bergerak positif dengan posisi penguatan 0,65% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13252/US$ setelah  dibuka kuat  pada level Rp13278/US$.  Demikian juga dari sisi kurs jisdor dan kurs BI rupiah Rabu  diperkuat dari perdagangan sebelumnya.
Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini  menguat ke  13260  dari  posisi 13358 perdagangan hari Jumat (17/06),  sedangkan kurs transaksi antar bank menguat ke posisi 13326 setelah perdagangan sebelumnya 13425.
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah perdagangan esok hari  diperkirakan  dibuka positif  oleh ekspektasi pelemahan dollar AS   hingga akhir perdagangan malam nanti.

source :[vibiznews.com]
Dollar AS sedang tidak laku, Kekuatanya Dicuri

Dollar AS sedang tidak laku, Kekuatanya Dicuri

Pada perdagangan forex pekan lalu, nilai tukar dollar AS diperdagangkan sedikit lebih rendah terhadap semua utamanya alias kurang laku dibandingkan perdagangan pekan sebelumnya oleh beberapa kejadian di pasar global. Pelaku pasar keuangan global pekan lalu fokus pada keputusan bank-bank sentral negara ekonomi besar seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris dan Swiss, dan atas semua keputusan pemangku kebijakan moneter negara-negara tersebut tidak ada yang berani mengubah kebijakan moneternya.
dollar AS sedang tidak laku
Dari keempat bank sentral tersebut keputusan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve yang paling mengecewakan pasar khususnya yang memiliki portofolio dollar cukup besar, sehingga dollar alami tekanan yang cukup besar. Pasalnya tahun ini Fed menjanjikan akan menaikkan suku bunganya sebanyak 4 kali, namun hingga pertengahan tahun ini belum ada kenaikan yang dilakukan sejak pertemuan terakhir mereka di bulan Desember 2015.
Federal Reserve AS memberikan salah satu alasan belum menaikkan suku bunganya menimbang polemik yang terjadi di kawasan Eropa yaitu referendum Brexit. Dalam referendum tersebut akan diputuskan apakah Inggris akan keluar dari Uni Eropa atau tetap. Dalam beberapa jajak pendapat banyak yang mendukung Inggris keluar dari Uni Eropa, sehingga timbul ketidak pastian pasar dan menguntungkan aset safe haven seperti kurs yen dan emas.
Namun akhir pekan lalu  politisi Inggris menangguhkan kampanye referendum Brexit untuk hari kedua  menyusul kematian pendukung anti Brexit yaitu Jo Cox oleh tindakan kriminal.
Mengamati pergerakan nilai tukar di pasar spot forex, akhir pekan lalu dollar alami pelemahan terhadap poundsterling, euro  dan yen Jepang demikian juga terhadap kurs komoditas meskipun harga minyak mentah sepanjang pekan lalu alami pelemahan.
Melihat katalis penggerak pekan lalu, data  konstruksi perumahan baru di AS mengalami penurunan  di bulan Mei menurut laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan pada hari Jumat. Laporan itu menunjukkan pembangunan perumahan mulai turun tipis sebesar 0,3 persen   sebesar 1.164.000 di bulan Mei dari perkiraan April direvisi dari 1.167.000. Selain itu pemerintah juga melaporkan untuk  izin bangunan yang merupakan indikator permintaan perumahan masa depan naik 0,7 persen ke tingkat tahunan sebesar 1.138.000 di bulan Mei dari tingkat April revisi dari 1.130 juta.
Pekan lalu secara mingguan dollar AS telah anjlok sebesar 0,5 persen terhadap semua rival-rival utamanya, dan secara harian akhir pekan lalu juga anjlok sebesar 0,5 persen. Namun terhadap kurs komditas hanya terhadap dollar Canada menguat secara mingguan.

source :[vibiznews.com]
Yen Jepang Pimpin Pasar Forex Asia

Yen Jepang Pimpin Pasar Forex Asia

Yen Jepang Pimpin Pasar Forex Asia - Bursa saham kawasan Asia masih berada di zona merahnya hingga pertengahan perdagangan sesi Asia pagi ini merespon suramnya imbal hasil yang didapat karena kondisi yang sedang tidak menentu seperti anjloknya harga minyak mentah  dan kemungkinan buruk Inggris keluar dari Uni Eropa dalam referendum Brexit. Kondisi inilah yang membuat kurs safe haven seperti salah satunya yen berhasil diburu pasar.
Yen Jepang Pimpin Pasar Forex Asia

Ditengah perdagangan forex sesi Asia hari kedua  trading pekan ini (14/06), kurs yen Jepang kembali naik ke posisi tertinggi dalam 3 tahun terhadap kurs euro dan poundsterling merespon perkembangan terakhir referendum Brexit.
Arah trading yen hari ini masih tetap positif dan belum ada penggerak kuat yang akan mengkoreksi pergerakan pada sesi Asia pagi ini.
Pergerakan kurs yen  di  sesi Asia  (02:20:35 GMT) menguat terhadap dollar AS,  USDJPY yang dibuka lemah pada  106.19 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT) turun  0,2% dan nilai pair bergulir berada pada 105,99.
Untuk pergerakan pair hingga akhir perdagangan  sesi malam masih berpotensi rally, sehingga  analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair USDJPY selanjutnya  lanjut  turun ke kisaran  105.70-105,38. Namun jika terjadi koreksi naik  akan ke  kisaran 106,64.
source: [http://vibiznews.com/]
US Inflation Corrected, Euro Force-Try to Uphill

US Inflation Corrected, Euro Force-Try to Uphill

Forex News Update 18 May 2016 - US Inflation Corrected, Euro Force-Try to Uphill

US Inflation rising trend in a row close to the target of the Fed re-recorded in the survey this evening. However, amid optimism the results revealed data indicating the existence of a correction in the month of April. While in remote locations, the Euro gets "ball gag" the decline in US inflation by trying surging up.

US Inflation Corrected, Euro Force-Try to Uphill
US Inflation Corrected, Euro Force-Try to Uphill

Hefted Allegations
US CPI in April was recorded surged 0.4% MoM, higher than the previous 0.1%, exceeding the 0.3% forecast. While over the past year conditions, US Inflation has moved up to expectations many audiences by noting increased yield as much as 1.1 percent.

The increase in prices that occurred in April yesterday in the United States is still driven by the residential sector. Although there are also other sectors such as healthcare and transportation sectors that support. If traced over the past year housing sector calculations even exceeds the average of the overall inflation a year, which is 3.2 percent.

Energy and food sectors which have experienced a difference in the trend direction and tends to hold the inflation rate was already too began to show improvement. The price of fuel was observed to have started to lead to a trend reversal back towards the price of fifty dollars per barrel. So is the food sector, in the current survey showed again his passion with rose as much as 0.2 percent.

But the encouraging results in the areas of energy and food it is still not all uniform. There are still considerable in many sectors corrected, adding weight to the wheels of inflation. Sector household supplies, either new or used automotive and clothing among others, contributed to the negative in the situation.

Inequality performance of inflation can certainly be called into question for many parties. Is this the inflation rate will be stable until mid-year minimum? Moreover, the Federal Reserve in conducting monetary policy changes favored measure of inflation rate released by the commerce department, the PCE index, which has a tendency to differ greatly from the survey of the labor department.

US Inflation Corrected, Euro Force-Try to Uphill
US Inflation Corrected, Euro Force-Try to Uphill
Euro "Reaping the Wind"
Investors Euro again got momentum tonight even though the results of a survey of US inflation cursory look nice. Real world signal has emerged since yesterday with the emergence of bullish candle after considerable pressure in a few days earlier. Although the euro is still being corrected. Level 1.1320 is still strong enough to be used as a foothold. Until the end of this evening, the Euro back crawl up and broke the 1.1348's.

source : yahoo.com